
5 Langkah Pertolongan Pertama Efektif Saat Terpapar Gas Air Mata
Jakarta –
Dalam situasi kericuhan saat demonstrasi, gas air mata kerap menjadi pilihan aparat untuk mengendalikan massa. Senyawa kimia dalam gas air mata atau *riot control agents* ini dapat memicu iritasi pada berbagai bagian tubuh, termasuk mata, mulut, tenggorokan, paru-paru, hingga kulit. Efeknya muncul hanya dalam hitungan detik setelah terpapar dan dapat bertahan selama 15 hingga 30 menit, meski korban sudah menjauh dari sumbernya dan membersihkan diri.
### Langkah Pertolongan Pertama Saat Terpapar Gas Air Mata
Karena paparan utama terjadi melalui saluran pernapasan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah segera menjauh dari lokasi dan mencari udara segar. Pindah ke area dengan sirkulasi udara bersih terbukti efektif mengurangi dampak gas air mata.
Menurut dr. Wisnu Pramudito D. Pusponegoro, SpB, dari Perhimpunan Dokter Emergency Indonesia, membersihkan bagian tubuh yang terpapar juga menjadi langkah penting. Zat kimia dalam gas air mata bekerja pada konsentrasi tertentu, sehingga membilasnya dengan air mengalir dapat mengurangi aktivitas senyawa tersebut dan mencegah iritasi lebih lanjut.
*”Jika terasa perih, hindari menggosok area yang terkena. Cukup bilas dengan air mengalir yang bersih. Jangan gunakan sabun, susu, atau bahan lainnya. Untuk mata, air mengalir adalah pilihan terbaik,”* jelas dr. Wisnu.
Berdasarkan informasi dari *Centers for Disease Control and Prevention* (CDC), tingkat keparahan efek gas air mata bergantung pada dosis, lokasi paparan, dan lama kontak dengan bahan kimia tersebut. Gejala yang umum muncul meliputi:
– Mata: kemerahan, rasa terbakar, penglihatan kabur, dan produksi air mata berlebih
– Hidung: hidung berair, bengkak, serta sensasi panas
– Mulut: iritasi, sulit menelan, dan air liur berlebih
– Paru-paru: sesak napas, batuk, rasa tercekik, mengi, dan napas pendek
– Kulit: kemerahan dan rasa terbakar
– Efek lain: mual dan muntah
Untuk penanganan lebih lanjut, korban perlu mendapatkan asupan oksigen yang cukup dan perawatan untuk mencegah luka bakar kimia. Obat-obatan seperti bronkodilator dan steroid, yang biasa digunakan untuk penderita asma, juga dapat membantu memulihkan pernapasan. Sementara itu, pembersihan mata harus dilakukan hingga tidak ada lagi sisa zat kimia yang terlihat.