
5 Tuntutan Mendesak Asosiasi Ojol Pasca Tragedi Maut Affan Kurniawan Tewas Tertabrak Rantis
Jakarta –
Tragedi memilukan menimpa dunia ojek online (ojol) setelah seorang mitra driver bernama Affan Kurniawan (21) tewas tertabrak mobil rantis Brimob di tengah kerusuhan. Garda Indonesia, asosiasi yang mewakili para pengemudi ojol, menyuarakan lima tuntutan tegas menyikapi insiden ini. Mereka berharap tuntutan ini segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.
Raden Igun Wicaksono, Ketua Umum Garda Indonesia, mengungkapkan duka mendalam atas kepergian Affan. Dia menegaskan bahwa korban sama sekali tidak terlibat dalam aksi demonstrasi saat kejadian. “Affan Kurniawan hanyalah korban yang tidak bersalah, terjebak dalam situasi bentrokan saat sedang bekerja sebagai mitra Gojek,” jelas Igun kepada detikOto, Jumat (28/8).
Peristiwa ini menjadi duka bagi seluruh komunitas ojol di Indonesia, terutama keluarga besar Garda Indonesia. “Ini pukulan berat bagi kami semua. Affan bukan bagian dari kerusuhan, melainkan korban yang kehilangan nyawa karena situasi di luar kendalinya,” tambah Igun.
Mobil Rantis Brimob. Foto: Doc. Istimewa
Garda Indonesia mengajukan lima poin tuntutan terkait insiden ini, mulai dari penyelidikan independen hingga perlindungan bagi pengemudi ojol.
Lima Tuntutan Garda Indonesia
- Pembentukan tim gabungan pencari fakta yang independen untuk mengusut tuntas tindakan represif yang menewaskan Affan Kurniawan. Aparat seharusnya melindungi, bukan menimbulkan korban jiwa.
- Transparansi dan akuntabilitas dari Kepolisian RI terkait kronologi kejadian yang menyebabkan kematian Affan.
- Hukuman tegas bagi pelaku, baik yang lalai maupun sengaja, agar bertanggung jawab secara hukum dan mencegah terulangnya tragedi serupa.
- Seruan solidaritas nasional dari pengemudi ojol dan masyarakat sipil untuk mengawal kasus ini hingga tuntas demi keadilan korban.
- Desakan kepada pemerintah untuk memberikan jaminan keselamatan bagi pengemudi ojol yang rentan terjebak dalam situasi konflik di jalanan.
Insiden ini sempat viral setelah rekaman mobil rantis Brimob menabrak korban beredar di media sosial. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah meminta maaf atas kejadian ini dan memerintahkan penanganan segera. “Saya sangat menyesal dan memohon maaf sebesar-besarnya atas insiden ini,” ujar Sigit.