
Gas Air Mata Bikin Perih? Ketahui Kandungannya & Cara Ampuh Kurangi Efeknya!
Jakarta –
Gas air mata sering diandalkan sebagai alat kontrol kerusuhan karena kemampuannya memicu rasa perih di mata. Sensasi tidak nyaman ini muncul akibat kandungan senyawa kimia tertentu di dalamnya. Meski efeknya bersifat sementara, paparan gas air mata dapat menimbulkan gangguan serius pada mata, kulit, dan saluran pernapasan. Lantas, apa yang membuat gas air mata begitu menyiksa? Bagaimana cara meredakan dampaknya?
### Penyebab Mata Perih Akibat Gas Air Mata
Dr. Aru Ariadno, SpPD-KGEH, menjelaskan bahwa gas air mata mengandung berbagai senyawa kimia iritan yang sengaja dirancang untuk memicu reaksi cepat pada tubuh. Beberapa zat yang umum digunakan antara lain chlorobenzylidene malononitrile (CS), chloroacetophenone (CN), chloropicrin (PS), bromobenzylcyanide (CA), dan dibenzoxapine (CR). Tak hanya itu, ada pula varian yang memanfaatkan capsaicin—baik alami maupun sintetis—seperti yang ditemukan dalam semprotan merica.
Efek iritasi gas air mata tidak langsung terasa di permukaan mata. Senyawa kimianya baru bereaksi setelah terhirup, memicu kelenjar air mata untuk memproduksi cairan berlebih. Inilah yang menyebabkan mata terasa pedih dan terus mengeluarkan air.
### Cara Efektif Mengurangi Efek Gas Air Mata
Banyak orang mengandalkan pasta gigi untuk menetralkan iritasi gas air mata. Namun, menurut Dra. Ani Setyopratiwi, M.Si, pakar kimia dari FMIPA UGM, metode ini kurang efektif. “Pasta gigi yang baru mungkin masih homogen, tapi jika sudah tercampur air, emulsinya rusak dan tidak lagi optimal,” ujarnya.
Sebagai alternatif, Ani merekomendasikan larutan garam yang disemprotkan ke area terpapar. Sementara itu, dr. Aru menambahkan bahwa antasida juga kerap disebut dalam literatur sebagai penawar karena sifat alkalisnya yang mampu menetralkan keasaman gas air mata. Meski belum terbukti secara klinis, aktivis dan ahli kimia sering menyarankan campuran antasida encer, soda kue, dan air untuk meredakan iritasi sementara.
Namun, hindari penggunaan antasida langsung di mata. Jika terkena, segera bilas dengan air bersih dalam jumlah besar. Yang terpenting, tidak ada solusi lebih efektif selain menghindari paparan sama sekali. Berikut langkah-langkah darurat yang bisa dilakukan:
– Di dalam ruangan? Segera cari udara segar di luar.
– Di luar ruangan? Jauhilah sumber pelepasan gas air mata.
– Cari tempat tinggi, karena gas cenderung menyebar di area rendah.
– Tutup hidung dan mata dengan kain basah untuk meminimalkan paparan partikel kimia.
– Segera ganti pakaian yang terkontaminasi dan mandi dengan air bersih. Bilas mata secara menyeluruh di bawah aliran air.