Pria Bogor Alami Puting Berdarah Usai Long Run, Ini Penyebabnya!

Jakarta –
Lari jarak jauh tak hanya menguji stamina dan ketahanan fisik, tapi juga bisa menimbulkan masalah tak terduga. Salah satunya dialami oleh Chrisnady, seorang pelari asal Bogor, yang mengalami puting berdarah saat menempuh lari sejauh 25 kilometer.

“Awalnya, di kilometer 10, saya merasa perih, tapi saya pikir itu hal biasa,” kata Chrisnady, menceritakan pengalamannya kepada https://www.dapetblog.com/category/tech-news/ setelah videonya viral. Ia mengaku sering merasakan ketidaknyamanan tersebut saat lari jarak jauh, sehingga awalnya tidak terlalu memikirkannya.

Namun, di kilometer 14, ia menyadari ada yang tidak biasa. Saat menengok ke bawah, terlihat bercak darah di kaosnya, tepat di area puting. Chrisnady sempat berhenti di kilometer 15 untuk menunggu rekan-rekannya. Justru saat kaosnya yang basah mulai mengering, rasa perih semakin menjadi-jadi.

“Kalau kaosnya basah, gesekannya tidak terlalu sakit. Tapi begitu mulai kering, rasanya jauh lebih perih,” ungkapnya. Meski begitu, ia memutuskan untuk melanjutkan lari. Menariknya, saat kaosnya kembali basah oleh keringat, rasa sakitnya berkurang.

“Setelah selesai, ternyata kaos saya sudah penuh noda darah,” tuturnya.

### Kok Bisa?
Chrisnady menduga, putingnya berdarah akibat gesekan berlebihan saat berlari, terutama karena ukuran kaos yang terlalu besar.

“Kaosnya kebesaran, jadi gesekannya lebih kencang. Pelajaran penting: jangan beli jersey yang terlalu longgar,” pesannya.

Untungnya, kondisi Chrisnady tidak parah. Ia hanya mengoleskan vaseline pada area puting untuk mengurangi gesekan. Dua hari kemudian, ia sudah bisa berlari lagi tanpa keluhan serupa.

Fenomena puting berdarah sebenarnya cukup umum di kalangan pelari jarak jauh. Gesekan terus-menerus antara puting dan bahan kaos yang lembap bisa menyebabkan iritasi hingga luka berdarah.

Dari pengalaman ini, Chrisnady belajar untuk lebih waspada. Ia menyarankan penggunaan plester khusus atau petroleum jelly sebelum lari jarak jauh.

“Sekarang saya lebih aware, jadi bisa mencegah kejadian serupa,” ujarnya.

Previous post Mobil Listrik Impor Makin Digemari di Indonesia, Dari Sekadar Nyicip Hingga Jadi Primadona
Next post Cara Tepat Atasi Efek Gas Air Mata Menurut Kemenkes, Hindari Penggunaan Odol!