AS Catat 22 Kasus Baru Infeksi Bakteri Pemakan Daging, Pasien Dirawat Intensif di Rumah Sakit

Jakarta –
Wabah infeksi bakteri Vibrio vulnificus, yang dikenal sebagai bakteri “pemakan daging,” semakin mengkhawatirkan di Louisiana, Amerika Serikat. Hingga saat ini, 22 kasus telah dilaporkan membutuhkan perawatan rumah sakit, dengan empat di antaranya berujung kematian.

Bakteri ini menyebar melalui kontak air asin atau payau pada luka terbuka, serta konsumsi hidangan laut mentah atau kurang matang. “Tren kasus ini meningkatkan total korban jiwa di Louisiana menjadi empat orang sepanjang tahun 2025,” jelas Emma Herrock, Direktur Komunikasi Departemen Kesehatan Louisiana (DOH), dalam wawancara dengan *Today* pada Jumat (28/8/2025).

Kematian terbaru diumumkan oleh Jennifer Armentor, administrator program kerang moluska DOH, dalam rapat Gugus Tugas Tiram Louisiana pada 26 Agustus. Dua korban diketahui meninggal setelah mengonsumsi tiram mentah.

Kasus-kasus ini tercatat oleh ahli epidemiologi DOH yang memantau penyakit menular wajib laporkan. Herrock menekankan bahwa data terbaru mencakup semua jenis infeksi Vibrio vulnificus, baik yang berasal dari makanan laut maupun luka akibat paparan air.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), bakteri ini secara alami hidup di perairan pantai yang hangat, terutama antara Mei hingga Oktober. Pada akhir Juli, otoritas kesehatan Louisiana telah mengeluarkan peringatan agar warga mengambil langkah pencegahan.

CDC menyatakan bahwa Vibrio vulnificus termasuk bakteri pesisir yang berpotensi mematikan. Meski infeksinya relatif jarang, dampaknya bisa sangat serius. “Vibrio vulnificus memiliki tingkat kematian tertinggi di antara patogen bawaan makanan dan bertanggung jawab atas lebih dari 95% kematian terkait makanan laut di AS,” ungkap sebuah studi dalam *Delaware Journal of Public Health*.

Setiap tahun, sekitar 80.000 orang terinfeksi Vibrio, sebagian besar karena makanan terkontaminasi. Dari 500 kasus yang memerlukan rawat inap, sekitar 100 orang meninggal dunia.

### Mengapa disebut bakteri ‘pemakan daging’?
Meski dijuluki “pemakan daging,” Vibrio vulnificus sebenarnya tidak mengonsumsi jaringan tubuh. Bakteri ini merusak jaringan dengan masuk melalui luka terbuka, memicu fasitis nekrotikans—kondisi yang menyebabkan kematian jaringan di sekitar infeksi.

CDC memperingatkan bahwa pasien mungkin membutuhkan perawatan intensif atau bahkan amputasi. Sekitar 20% pasien yang dirawat di rumah sakit tidak tertolong, dengan sebagian meninggal dalam 24 jam setelah gejala muncul.

Previous post Warga Terkena Gas Air Mata Alami Sesak Napas dan Mata Perih, Begini Kisahnya
Next post Tanpa Wakil Indonesia, Siapa Juaranya?