Fakta Mengejutkan yang Harus Diketahui Penderita!

Jakarta –
Bukan cuma nasi, makanan manis, atau dessert yang perlu diperhatikan oleh penderita diabetes, tapi juga kerupuk. Faktanya, menurut seorang dokter spesialis penyakit dalam, kerupuk ternyata termasuk sumber gula yang bisa memicu kenaikan gula darah secara signifikan.

Diabetes masih menjadi salah satu penyakit yang banyak diderita masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, penting bagi penderita diabetes untuk memperhatikan setiap asupan makanan, termasuk camilan seperti kerupuk.

Dr. Christian Dion Saelan, seorang internis yang aktif membagikan informasi kesehatan melalui akun Instagram @dokterdioninternist, mengungkap fakta mengejutkan tentang kerupuk. Dalam postingannya (21/6), ia menjelaskan bahwa meski kerupuk tidak terlihat manis, sebagian besar terbuat dari tepung tapioka atau sagu.

Tepung tapioka
Kerupuk terbuat dari tepung tapioka yang bersifat cepat menaikkan gula darah. Foto: iStock

“Kedua jenis tepung ini termasuk karbohidrat sederhana yang sangat cepat diubah menjadi glukosa dalam tubuh. Bagi penderita diabetes, makanan seperti ini bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis,” jelas dr. Dion.

Ia menambahkan, kerupuk tidak mengandung serat atau protein, melainkan hanya karbohidrat murni. “Meski hanya makan sedikit kerupuk, efeknya bisa setara dengan mengonsumsi satu sendok gula putih. Bahkan bisa lebih parah karena penyerapannya sangat cepat, apalagi jika dimakan bersama nasi,” lanjut dokter yang akrab disapa Doctor Dee ini.

Mengonsumsi nasi putih bersama kerupuk bisa membuat gula darah melonjak seperti roller coaster. Ia menyarankan agar masyarakat, terutama penderita diabetes, lebih berhati-hati saat makan kerupuk. Jangan terkecoh dengan porsi kecilnya.

Sebelumnya, dr. Dion juga pernah membeberkan daftar makanan tinggi gula yang tidak terasa manis. Makanan-makanan ini perlu diwaspadai, khususnya oleh penderita diabetes.

Roti tawar putih, kentang goreng, mie instan, keripik berbahan umbi-umbian, selai kacang, hingga kue asin seperti pastel, risoles, dan lumpia, memiliki indeks glikemik tinggi. “Artinya, makanan-makanan ini bisa dengan cepat meningkatkan gula darah, dan ini berbahaya jika dikonsumsi berlebihan, terutama bagi yang berisiko diabetes,” ujar dr. Dion.

Roti tawar untuk French toast.
Tak semua makanan tinggi gula berupa makanan manis, tapi ada juga makanan tawar seperti roti. Foto: Getty Images

Lalu, mengapa makanan-makanan ini tidak terasa manis meski kandungan gulanya tinggi? Sebab, lidah tidak mendeteksi karbohidrat sebagai rasa manis, namun di dalam usus, semuanya diubah menjadi gula.

“Jangan terkecoh dengan rasanya. Mulai sekarang, perhatikan bukan hanya rasa manisnya, tapi juga kandungannya. Gula bisa tersamar, dan itu sering membuat kita lengah. Selalu cek kadar gula pada tabel ‘Nutrition Facts’ di kemasan makanan,” pesan dr. Dion.

Previous post Dari Nasi Liwet sampai Gudeg Ceker yang Menggugah Selera
Next post Malaysia Imbau Warganya di Indonesia Waspada dan Jauhi Lokasi Demo untuk Keamanan