Kopi Tanpa Gula Ternyata Bisa Picu Kenaikan Berat Badan

Jakarta –
Kopi, minuman favorit banyak orang, ternyata bisa berdampak pada kenaikan berat badan. Bahkan jika diminum tanpa tambahan susu atau gula sekalipun. Seorang ahli gizi membeberkan alasan di balik fenomena ini.

Indonesia, sebagai salah satu produsen kopi terbesar di dunia, juga memiliki masyarakat yang gemar menyeruput kopi. Data menunjukkan, konsumsi kopi dalam negeri diperkirakan mencapai 288 ribu ton pada periode 2024-2025. Rata-rata, setiap orang mengonsumsi sekitar 1,03 kilogram kopi per tahun. Pasar kopi nasional pun diprediksi tumbuh 3,61% dalam lima tahun ke depan.

Meski kopi dikenal memberikan energi dan manfaat kesehatan berkat kandungan kafeinnya, ahli gizi Emma Thornton memperingatkan bahwa kebiasaan minum kopi bisa memicu penumpukan lemak.

Berikut penjelasan lengkapnya, dikutip dari SurreyLive (20/3):

1. Kopi Memicu Penimbunan Lemak

Minum Kopi Hitam di Pagi Hari Bisa Bantu Turunkan Berat Badan
Kopi hitam dapat menimbun lemak. Foto: Ilustrasi iStock

Emma Thornton, ahli gizi asal Inggris, menjelaskan bahwa meski kopi hitam rendah kalori, kandungan kafeinnya merangsang pelepasan hormon stres seperti kortisol. Akibatnya, gula lebih mudah diserap ke dalam aliran darah.

Awalnya, efek ini memberikan energi ekstra. Namun, dalam jangka panjang, tingginya kadar hormon stres justru memicu penumpukan lemak, terutama di area perut.

2. Kopi Mengubah Cara Tubuh Menyimpan Lemak

Kondisi ini tidak hanya menyulitkan upaya penurunan berat badan, tetapi juga memengaruhi suasana hati, tingkat kecemasan, dan kualitas tidur.

Secara alami, tubuh menyimpan energi dekat hati sebagai cadangan saat dibutuhkan. Namun, di era modern dengan aktivitas fisik minim, cadangan energi ini justru berubah menjadi lemak perut.

3. Kopi Meningkatkan Nafsu Makan

Racikan kopi campur lada hitam
Kopi hitam dapat membuat nafsu makan bertambah. Foto: Getty Images/iStockphoto

Emma menambahkan, kafein bisa secara tidak langsung meningkatkan keinginan untuk makan lebih banyak. Awalnya, kopi memang menekan nafsu makan karena respons stres tubuh. Namun, begitu efek kafein hilang, kadar gula darah turun drastis, memicu rasa lapar yang sulit dikendalikan.

4. Kafein Memengaruhi Adenosin dan Dopamin

Selain memicu kortisol, kafein juga mengganggu adenosin—zat kimia alami yang mengatur rasa kantuk. Hal ini berdampak pada dopamin, neurotransmitter yang bertanggung jawab atas perasaan puas.

Itulah mengapa setelah minum kopi pertama, seseorang cenderung ingin minum lagi atau bahkan mengidam camilan manis. Efek inilah yang membuat kebiasaan minum kopi bisa berujung pada kecanduan.

5. Kopi Mengganggu Pola Tidur

Happy woman drinks a black espresso coffee and smiles. The concept of problems with the color of teeth from bad habits
Minum kopi dapat memengaruhi pola tidur. Foto: Getty Images/frantic00

Emma menyarankan untuk menghindari kopi di sore hari karena efek kafein bisa bertahan hingga enam jam, mengganggu kualitas tidur. Kurang tidur berdampak pada ketidakstabilan gula darah, yang pada akhirnya memengaruhi berat badan.

Sebagai solusi, Emma menyarankan untuk membatasi konsumsi kopi dan menghindari tambahan gula, susu, atau krimer yang bisa menambah asupan kalori.

Previous post Ini Kata-Katanya yang Bikin Heboh
Next post Dari Nasi Liwet sampai Gudeg Ceker yang Menggugah Selera