
Kulit Terbakar Gas Air Mata? Ini Solusi Efektif dari Ahli Farmasi untuk Redakan Rasa Perih
Jakarta –
Kulit yang terpapar gas air mata seringkali menimbulkan rasa perih dan iritasi. Menurut Prof. Zullies Ikawati, pakar farmasi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk meredakan ketidaknyamanan tersebut. Salah satunya adalah menggunakan shampo bayi untuk kulit atau lidokain topikal guna mengurangi nyeri di sekitar mata akibat iritasi.
*”Shampo bayi bisa digunakan untuk kulit, bukan mata, atau lidokain topikal untuk mengurangi nyeri akibat iritasi. Namun, efeknya hanya sementara dan tidak menetralkan senyawa kimia. Penggunaannya juga harus diawasi tenaga medis,”* jelas Prof. Zullies saat berbincang dengan detikcom, Jumat (29/8/2025).
Selain itu, obat-obatan sistemik seperti antihistamin, steroid, dan bronkodilator juga dapat digunakan, tetapi hanya jika muncul komplikasi seperti alergi atau sesak napas. Penggunaannya pun harus dalam pengawasan medis.
### Antasida sebagai Pereda Iritasi Kulit
Beredar informasi bahwa antasida, obat yang biasa digunakan untuk maag, bisa menjadi alternatif pereda nyeri kulit akibat gas air mata. Prof. Zullies menjelaskan, campuran antasida dengan air dingin memang berpotensi meredakan iritasi, meski bukti klinisnya masih terbatas.
*”Campuran antasida dan air dingin menghasilkan larutan basa encer. Saat diaplikasikan ke kulit, larutan ini dapat mengurangi sensasi panas atau terbakar dengan cara menetralkan senyawa iritan yang bersifat asam,”* ujarnya.
*”Suhu dinginnya juga memberikan efek menyejukkan, membantu meredakan sensasi terbakar dan sedikit mengurangi peradangan lokal,”* tambahnya.
### Efek Gas Air Mata dan Penanganan yang Tepat
Gas air mata bekerja cepat dan menempel pada kulit atau selaput lendir, menyebabkan gejala seperti sensasi terbakar, mata berair, dan batuk. Namun, Prof. Zullies menegaskan bahwa antasida tidak bisa menetralkan gas air mata yang sudah terhirup atau menguap, karena paparan utamanya terjadi di saluran napas dan mata.
*”Larutan antasida dan air dingin hanya membantu pada area kulit yang terkena langsung, bukan untuk mengatasi efek sistemik seperti sesak napas atau mata perih. Untuk mata dan saluran pernapasan, pembilasan dengan air bersih atau larutan saline lebih direkomendasikan oleh WHO dan CDC karena lebih aman,”* tegasnya.