
Menguak Fakta Mengerikan Infeksi Bakteri Pemakan Daging di AS Akibat Cacing Sekrup
Jakarta –
Dua kasus infeksi langka akibat ‘cacing sekrup’ atau *New World screwworm*, sejenis belatung pemakan daging, baru-baru ini dilaporkan di Maryland, Amerika Serikat. Serangga parasit ini jarang menginfeksi manusia, namun dampaknya bisa sangat serius jika tidak segera ditangani.
Dalam kondisi yang dikenal sebagai *myiasis*, lalat betina meletakkan telur di luka terbuka, yang kemudian menetas menjadi larva. Belatung ini menggerogoti jaringan hidup, berpotensi menyebabkan kerusakan luas, infeksi bakteri sekunder, hingga kematian dalam kasus ekstrem. Meski begitu, Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS menegaskan bahwa risiko penularan pada manusia tergolong rendah. Berikut fakta-fakta penting seputar *New World screwworm*, dirangkum dari *NYPost*.
### Mengenal *New World Screwworm*
*New World screwworm* (*Cochliomyia hominivorax*) tercatat telah mengganggu peternakan di AS sejak abad ke-19. Wabah besar terjadi pada 1933 ketika parasit ini menyebar dari wilayah Barat Daya ke Tenggara melalui hewan ternak yang terinfeksi, memicu kematian massal pada hewan.
Pada 1960, AS mulai menerapkan teknik *sterile insect technique* (SIT), yaitu melepas jutaan lalat jantan steril hasil laboratorium untuk mengganggu perkembangbiakan populasi liar. Upaya ini berhasil menekan penyebaran *screwworm*, meski wabah kecil sempat terjadi pada rusa langka di Florida Keys tahun 2016. Lebih dari 188 juta lalat steril akhirnya berhasil membasmi parasit tersebut setahun kemudian.
Wabah terbaru muncul di Panama pada 2023, lalu menyebar ke Amerika Tengah dan mencapai Meksiko.
### Tanda dan Gejala Infeksi
Infeksi *screwworm* biasanya ditandai dengan:
– Luka terbuka yang tidak kunjung sembuh, terasa nyeri, atau mengeluarkan darah.
– Luka yang membesar dan semakin dalam.
– Rasa tidak nyaman akibat pergerakan larva di area sensitif seperti hidung, mulut, atau mata.
– Bau tidak sedap dari luka yang terinfeksi.
### Langkah Penanganan
Ahli kesehatan menyarankan untuk tidak mencoba mengobati infeksi ini secara mandiri. Pembedahan sering kali diperlukan untuk mengangkat larva dari jaringan yang terinfeksi.
Contohnya, pada 2023, seorang pasien kanker asal Florida terinfeksi *screwworm* usai berkunjung ke Republik Dominika. Ia mengalami pembengkakan wajah, nyeri hebat, serta cairan keluar dari hidung. Tim medis harus melakukan operasi untuk mengangkat 100–150 larva berukuran besar, yang bahkan menyumbat alat penghisap di rumah sakit.