
Mentan Ajak Petani Tukar Cepat Beras SPHP Rusak untuk Jamin Kualitas Pangan!
Jakarta – Masyarakat yang menerima beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam kondisi rusak kini diperbolehkan untuk langsung menukarnya. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Menurutnya, beras yang diproduksi petani sebenarnya dalam kondisi baik, sehingga jika ditemukan kerusakan, kemungkinan besar terjadi selama proses penyimpanan di gudang Perum Bulog.
Beras SPHP merupakan program pemerintah yang diproduksi dan didistribusikan oleh Perum Bulog. Produk ini berasal dari hasil penyerapan gabah atau beras petani lokal.
### Boleh Ditukar Meski Kemasan Terbuka
Amran memberikan kebijakan khusus bagi masyarakat yang menemukan beras SPHP rusak. “Kalau ditemukan berasnya rusak, ini kebijakan saya sebagai Mentan. Kami memastikan produksi beras dalam kondisi baik. Mungkin masalahnya ada di penyimpanan. Langsung saja ditukar. Bahkan jika kemasannya sudah dibuka dan ternyata berasnya merah atau rusak, tetap boleh ditukar,” jelasnya saat ditemui di Kementerian Pertanian, Jakarta, Sabtu (30/8/2025).
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat berhak menukar beras SPHP meski kemasannya sudah dibuka. “Kalau berasnya rusak, sudah digunting (kemasannya), minta ganti ke Bulog,” tambahnya.
### Pastikan Takaran Sesuai 5 Kg
Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani juga menyatakan bahwa masyarakat bisa menukar beras SPHP jika takarannya tidak sesuai dengan ketentuan 5 kilogram (kg). Menurutnya, setiap penjual beras SPHP wajib menyediakan timbangan untuk memastikan keakuratan takaran.
“Setelah membeli, beras harus ditimbang. Timbangan ini untuk memastikan konsumen mendapat tepat 5 kg. Kalau kurang, bisa ditukar dengan yang 5 kg,” ujar Rizal dalam peluncuran beras SPHP di Kantor Pos Fatmawati, Jakarta Selatan.
Selain konsumen, pedagang juga berhak menukar beras SPHP yang takarannya tidak sesuai ke Perum Bulog. Mereka hanya perlu melaporkan jumlah kemasan yang tidak memenuhi standar. “Retailer bisa komplain ke gudang Bulog, ‘Pak, ada sekian kotak yang takarannya kurang’. Prosesnya bisa dilakukan seperti itu,” jelasnya.